Pelalawan|Mediatorpost.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Makmur periode 2026–2034 mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satu calon kepala desa, Wasito yang maju dengan nomor urut 03, menawarkan visi pembangunan desa yang menitikberatkan pada nilai religiusitas, kemajuan, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Visi yang diusung Wasito adalah “Terwujudnya Desa Makmur yang Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berkelanjutan.”
Menurut tim pemenangannya, visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan memiliki makna dan arah pembangunan yang jelas. Nilai religius menjadi landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Sementara itu, kemajuan diarahkan pada peningkatan pola pikir dan kualitas masyarakat, kemandirian difokuskan pada penguatan ekonomi desa, sedangkan kesejahteraan diharapkan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Adapun prinsip berkelanjutan menjadi komitmen agar pembangunan desa tidak hanya dinikmati generasi saat ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Wasito merumuskan lima misi utama yang akan menjadi arah kebijakan dan program prioritas apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Makmur.
Pertama, Tata Kelola Pemerintahan yang Amanah.
Wasito berkomitmen membangun pemerintahan desa yang jujur, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pengelolaan Dana Desa diharapkan dapat dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi penggunaannya.
Kedua, Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri.
Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Program yang ditawarkan mencakup optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pemberdayaan sektor pertanian dan potensi ekonomi lokal.
Melalui program tersebut, Wasito ingin mendorong perputaran ekonomi di dalam desa sehingga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, Membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul.
Menurut Wasito, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Program yang menjadi perhatian meliputi dukungan terhadap pendidikan, peningkatan akses pelayanan kesehatan, pembinaan generasi muda, penguatan Karang Taruna, serta pemberdayaan perempuan melalui kegiatan PKK.
Keempat, Mewujudkan Desa yang Terang dan Terhubung.
Pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas yang ditawarkan. Hal ini mencakup peningkatan dan perbaikan jalan lingkungan, jalan usaha tani, penyediaan akses air bersih, penerangan jalan umum, serta pemerataan akses internet hingga ke seluruh dusun.
Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi desa.
Kelima, Menguatkan Gotong Royong dan Menjaga Kelestarian Lingkungan.
Wasito juga berkomitmen menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai bagian dari identitas dan kekuatan masyarakat desa. Selain menjaga nilai-nilai adat istiadat dan kebersamaan, kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan alam.
Dengan slogan “Makmur Desanya, Sejahtera Warganya”, Wasito ingin menghadirkan kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Visi dan misi ini kami susun setelah mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat dari dusun ke dusun. Warga membutuhkan pemimpin yang amanah, jujur, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat. Itulah komitmen yang kami tawarkan,” ujar salah seorang anggota tim relawan Wasito saat ditemui, Selasa (21/10/2026).
Berbekal visi dan lima misi tersebut, Wasito menyatakan optimistis dapat membawa Desa Makmur menuju arah pembangunan yang lebih baik apabila memperoleh kepercayaan masyarakat dalam Pilkades mendatang.
Dengan prinsip AMANAH, JUJUR, DAN BEKERJA UNTUK RAKYAT, ia berharap Desa Makmur dapat berkembang menjadi desa yang religius, maju, mandiri, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pilkades Desa Makmur dijadwalkan berlangsung pada 2026 dan diikuti sejumlah calon kepala desa. Masyarakat pun diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin desa serta menjaga pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut agar berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis.











